Startup asal Indonesia, Baca, baru saja memperoleh suntikan dana yang melimpah dari investor. Total dana tak kurang dari 20 juta USD atau setara 263 milar rupiah digelontorkan oleh Bertelsmann Asia Investment (BAI), Crystal Stream, dan CC Zhuang kepada startup yang menyediakan layanan news aggregator tersebut.
Menurut laporan yang dikutip dari Tech in Asia, dana sebanyak itu bakal digunakan oleh Baca untuk melakukan ekspansi. Mereka pun berniat untuk memberikan layanannya kepada para pengguna smartphone di Brazil. Terlebih saat ini Baca terbilang berhasil mencapai kesuksesan di tanah air. Dan menurut rencana, Baca bakal hadir ke hadapan pengguna smartphone Brazil dengan nama Central das Noticias.
Saat ini, Baca menjadi salah satu penyedia news aggregator terpopuler di Indonesia. Mereka punb ersaing dengan news aggregator lainnya seperti BaBe dan Kurio. Baca pun mengklaim kalau mereka mempunyai sebanyak 1 juta pengguna aktif per hari. Terlebih mereka menghadirkan sebanyak 30 ribu konten yang didapatkan dari 500 publisher.
Baca pun mengklaim kalau mereka mempunyai beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan layanan news aggregator lainnya. Di antaranya adalah aplikasi tidak terlalu banyak menghabiskan paket data. Selain itu, para pengguna aplikasi Baca pun tidak diharuskan untuk melakukan login ataupun pembuatan akun. Sebagai tambahan, aplikasi ini juga dilengkapi dengan kemampuan untuk menghadirkan berita yang sesuai dengan minat penggunanya.
(BHK)