Menjadi seorang entrepreneur tidaklah mudah. Butuh perjuangan keras, dan terkadang juga memerlukan tekad yang kuat. Hal inilah yang diperlihatkan oleh founder sekaligus CEO Startup Hack Jpn, Hikaru Tomura yang kini baru berusia 22 tahun. Dalam perjalanannya membangun Hack Jpn, Tomura pun pernah hidup menggelandang tanpa rumah di Silicon Valley.

Hal itu terpaksa dilakukannya karena kondisi keuangan yang tidak terlalu bagus. Dari hasil kerja kerasnya, dia berhasil mengumpulkan uang sebesar 50 ribu USD atau setara 650 juta rupiah yang diharapkannya bisa dipakai selama empat tahun. Terlebih di waktu yang bersamaan, nilai tukar Yen terhadap Dolar mengalami penurunan.
Berbagai cara pun dilakukan oleh Tomura, termasuk di antaranya adalah hidup menumpang dan berpindah-pindah selama beberapa bulan. Dan pada perjalanan hidup menumpang nomadennya itu, Tomura pun bertemu dengan entrepreneur Jepang bernama Toshi Yamamoto yang kini dikenal sebagai CEO startup bernama ChatWork.

Tomura pun kemudian magang di tempat kerja Yamamoto. Beruntungnya, dia juga ternyata bisa sekalian mendapatkan tempat tidur. Terlebih para pekerja di kantor Yamamoto juga banyak yang tidur di dalam kantor. Dari situ, Tomura pun berpikir kalau dirinya harus berhasil dan bisa memulai kehidupan yang baru.
Pada akhir tahun 2014, dengan bekal yang selama ini dikumpulkannya, Tomura pun memulai sebuah startup yang disebutnya Hack Jpn. Startup ini berfungsi untuk membantu para siswa Jepang yang ingin tertarik menjadi seorang entrepreneur sehingga bisa magang di Silicon Valley. Di waktu yang bersamaan, Hack Jpn pun memberikan informasi teknologi terbaru kepada perusahaan-perusahaan Jepang.
Tomura seperti dikutip dari Tech in Asia mengatakan, sistem pendidikan di Jepang memang bagus. Namun selama ini, pendidikan di negaranya tidak membuat para murid untuk bisa bersaing di tingkat dunia. Bagi Tomura, Silicon Valley adalah salah satu tempat yang bisa mengubah pandangan tersebut.
(BHK)